Langsung ke konten utama


PEREKONOMIAN INDONESIA



Selasa Pagi, 08:00. 27 maret 2018.

Pada pagi itu kami memutuskan untuk belajar sambil bermain, biar gak ngantuk + bosen, karena mk ini 3 SKS. Setelah menghabiskan setengah jam yang penuh peluh dan emosi karena mengerjakan kuis yang dikemas dalam bentuk permainan yang dinamakan ‘TOP SURVEY PI’. Nah kalo ditanya kenapa emosi? Kan Cuma permainan. Jawabannya ‘Biasalah yang mainnya juga ‘Gadis Jaman Now’ *peace bercanda :D

Pada pertemuan kali ini kami membahas tentang MASA KONSOLIDASI, STAGNASI, DAN HIPERINFLASI 1950-1965.

Jadi pada bab ini kita membahas tentang perjalanan Indonesia pada masa awal kemerdekaannya. Setelah membebaskan diri dari jajahan Belanda-Jepang bukan berarti masyarakat Indonesia sudah tenang, tentram dan damai. Malah pada masa ini lah bangsa dituntut untuk mandiri dan berdiri sendiri, maka jangan heran jika banyak permasalahan yang terjadi, jadi disini kita akan membahas masalah-masalah apa saja yang di alami oleh bangsa Indonesia setelah kemerdekaan.

1.    Masa Demokrasi Parlementer 1950-1957
Pada masa ini permasalahan yang terjadi yaitu, politik yang tidak stabil. Kemudian kabinet dimasa demokrasi parlementer yang hanya bersifat sebentar, sehingga para menteri tidak bisa menjalankan tugasnya dengan tepat. Dan juga NKRI dan desentraisasi, rakyat yang berada di pulau jawa menuntut agar sistem sentral yang diberlakukan agar dihapuskan. Rakyat diluar jawa merasa dirugikan dengan diberlakukan sistem sentalisasi dimana semua permasalahan negara berpusat di pulau jawa. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang berontak dan ingin memisahkan diri dengan Republik Indonesia Serikat.
Aceh sendiri pada masa itu juga ingin berpisah dengan Indonesia, namun Tgk Daud Beureueh selaku gubernur aceh pada masa itu menyetujui untuk Aceh bergabung dengan Indonesia, namun setelah bergabung dengan Indonesia Tgk Daud Beureueh dikecewakan oleh presiden Indonesia pada masa itu, dimana Daud beureueh menginginkan Aceh bersyariat Islam. Dan kemudian muncul Hasan Ditiro selaku murid dari Daud beureueh membentuk ‘GAM’ yaitu Gerakan Aceh Merdeka..

 2.    Tantangan Ekonomi
Ekonomi juga ikut menyumbangkan masalahnya masa ini, dimana  negara harus mengeluarkan uang untuk memperbaiki kerusakan pada sarana dan prasarana produksi yang disebabkan oleh perang yang terjadi pada saat merebut kemerdekaan, Birokrasi belum mapan, serta beban hutang yang disebabkan oleh KMB.

3.   Ketmpangan Ekonomi Makro
      Terjadi defisit pada neraca pembayaran dikarenakan APBN pengeluaran tidak diimbangin dengan APBN penerimanaan.
Kebijakan fiskal dan moneter pada masa itu terjadi penghematan yang besar-besaran, karena indonesia tidak memilki uang. Sama seperti yang terjadi di era pemerintahan sekarang dimana pemerintah memerlukan dana yang banyak untuk membangun infrastruktur, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memotong biaya transpor bagi pegawai negeri.

 4.  Masa Demokrasi Terpimpin (1957-1965)
Dimana pada masa ini politik adalah segala-galanya. Politik dijadikan ajang pamer kekuatan pada negara luar, dengan cara membelikan peralatan-peralatan perang dan pembangunan tugu-tugu yang menghabiskan banyak dana APBN.

5.  Langkah Penanganan Tangguh
Pada 25 Agustus 1959 dilakukan apa yang pada waktu itu dikenal dengan nama sanering yang diartikan ‘penyehatan’. Isinya yaitu penurunan uang kertas Rp500 dan Rp1.000 menjadi Rp50 dan Rp100 dan membekukan 90% giro dan deposito di bank diatas Rp25 ribu dan menukarnya dengan semacam surat utang pemerintah. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah uang beredar pada masa itu.
Cerita menarik pada saat proses sanering adalah dimana Hatta selaku wakil presiden pada masa itu tidak ikut mengambil uangnya dan membelanjakan uang tersebut padahal beliau tau bahwa besoknya akan terjadi pemotongan nilai rupiah, hatta berprinsip jika rakyat menderita maka dia harus ikut merasakannya juga.

cukup sekian sumery dari kelompok 4, kalau ada yang kurang jelas dapat di tanyakan dikolom komentar :)

Komentar